BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Campuran zat-zat yang homogeny disebut larutan, yang
memiliki komposisi merata atau serba sama diseluruh bagian volumenya. Suatu larutan
mengandung satu zat terlarut atau lebih dari satu pelarut. Zat terlarut
merupakan komponen yang jumlahnya sedikit, seadangkan pelarut adalah komponen
yang terdapat dalam jumlah yang banyak (Achmad, 1996 : 1).
Jika dua zat yang berbeda dimasukkan dalam suatu
wadah ada tiga kemungkinan, yaitu bereaksi, bercampur, dan tidak bercampur.
Jika bereaksi akan menghasilkan zat baru yang sifatnya berbeda dari zat semula.
Dua zat dapat bercampur bila ada interaksi antara partikelnya. Interaksi itu
ditentukan oleh wujud dan sifat zatnya. Oleh sebab itu, campuran dapat dibagi
atas gas – gas, gas – padat, cair – cair, cair – padat, dan padat – padat
(Syukri, 1999 : 350)
Bila dua atau lebih zat yang tidak bereaksi
dicampur, campuran yang terjadi ada 3 kemungkinan, yaitu campuran kasar,
disperse kolid, dan larutan sejati. Dua jenis campuran yang pertama bersifat
heterogen dan dapat dipisahkan seacara mekanis. Sedang larutan yang bersifat
homogeny dan tidak dapat dipisahkan secara mekanis. Atas dasar ini campuran larutan
didefinisikan sebagai campuran homogeny antara dua zat atau lebih. Keadaan
Fisika larutan dapat berupa gas, cair, atau padat dengan perbandingan yang
berubah-ubah pada jarak yang luas (Sukardjo, 1997 : 141)
Larutan cairan dibuat dengan melarutkan gas , cairan
atau padatan dalam suatu cairan. Larutan gas dibuat dengan mencampurkan gas
atau melarutkan gas dengan gas lainnya, karena semua gas bercampur dalam semua
perbandingan makasetiap campuran gas adalah homogeny , jadi itu adalah larutan.
Larutan padatan adalah padatan-padatan dalam mana suatu komponen terdistribusi
tak beraturan pada atom atau molekul dari komponen lainnya (Syukri, 1999).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar