Kamis, 02 Juni 2016

LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR ACARA V “MENGHITUNG DAN MENGUKUR pH ASAM DAN BASA KUAT”



Asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan minuman, misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan  melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik negatif. (Teguh, 2008)
Asam  secara umum merupakansenyawa kimiayang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan denganpHlebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberiproton(ion H+) kepada zat lain (yang disebutbasa), atau dapat menerima pasanganelektronbebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksipenetralanuntuk membentukgaram. Contoh asam adalahasam asetat(ditemukan dalamcuka) danasam sulfat(digunakan dalam baterai atauakimobil). Asam umumnya berasa masam, tapi cairanasam pekat sangat berbahaya dapat merusak kulit dan hati-hati mata, jika terpercik asam pekat bisa berakibat kebutaan. Jika kena asam pekat harus langsung dicuci dengan air mengalir sampai benar-benar bersih. (Adam,2011)
Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat korosif. Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk Besi (II) klorida (FeCl2). (Teguh, 2008)
Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH. Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida. (Any, 2008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar